KOTA BOGOR – Keterbatasan lahan bukan penghalang bagi masyarakat perkotaan untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri. Dengan memanfaatkan metode budidaya ikan dalam ember atau budikdamber, ikan dan sayuran dapat dipelihara secara bersamaan menggunakan sarana sederhana di lingkungan rumah.
Metode tersebut diperkenalkan tim dosen IPB University kepada warga Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, melalui program bertajuk “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber”.
Kegiatan yang diselenggarakan di Posyandu Kelurahan Mulyaharja itu menjadi bagian dari rangkaian program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026. Program ini diarahkan untuk memberikan edukasi sekaligus memberdayakan masyarakat melalui penerapan teknologi yang praktis, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Ketua tim program, Dr Doni Sahat Tua Manalu, mengatakan pelatihan tidak berhenti pada pengenalan teknologi sederhana. Warga juga didorong agar mampu menerapkan dan mengembangkan praktik pertanian perkotaan secara mandiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pengalaman bersama antara tim, pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, dan warga. Masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pelaku yang nantinya mampu mengembangkan praktik urban farming ini secara mandiri,” kata Doni.
Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga. Menurutnya, budikdamber membuka pilihan baru bagi masyarakat untuk memproduksi pangan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar tempat tinggal.
Dalam sesi pelatihan, anggota tim Dr Roza Yusfiandayani menjelaskan bahwa ember digunakan sebagai wadah pemeliharaan ikan, sedangkan kangkung ditanam pada netpot yang dipasang di bagian atasnya. Peralatan dan bahan yang dibutuhkan meliputi ember, benih ikan lele, bibit kangkung, netpot, media tanam seperti rockwool, serta pakan ikan.
Peserta turut dibekali pengetahuan mengenai tahapan persiapan, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, pengaturan kepadatan ikan, dan pemantauan pertumbuhan tanaman. Perawatan rutin menjadi faktor penting agar ikan dan sayuran dapat berkembang dengan baik dalam satu sistem.
Selain Doni dan Roza, program tersebut melibatkan Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, serta sejumlah mahasiswa IPB University.
Melalui pelatihan ini, budikdamber diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai alternatif pemanfaatan lahan terbatas sekaligus membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mulyaharja.