KABUPATEN MERAUKE – Penguatan sektor pertanian tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi di lahan. Ketersediaan sarana, proses panen, penggilingan, distribusi, hingga akses pasar harus terhubung agar nilai ekonomi beras dapat kembali secara optimal kepada petani.
Atas dasar itu, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menggelar Focus Group Discussion Analisis Rantai Nilai Bisnis Beras Lokal di Aula Kodam XXIV/Mandala Trikora, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Forum tersebut mempertemukan petani, penyuluh, pengelola rice milling unit, pemerintah daerah, serta pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari ketersediaan benih unggul, pengelolaan pintu air, keterbatasan alat panen, hingga pasokan solar subsidi.
Kapolsek Tanah Miring Wilustono mengatakan intervensi dibutuhkan pada setiap mata rantai bisnis padi agar tidak ada tahapan yang terputus.
“Semua pihak diharapkan sama-sama mendapatkan keuntungan yang baik. Karena itu, perlu ada intervensi di setiap rantai,” tegasnya.
Selain memetakan persoalan rantai nilai, tim yang diketuai Dr Doni Sahat Tua Manalu itu menguji penggunaan drone Agras berkapasitas 20 liter di lahan sawah seluas tiga hektare.
Penggunaan drone mampu menyelesaikan penyemprotan satu hektare sawah dalam waktu kurang dari 20 menit dengan dua tangki cairan. Sementara itu, penyemprotan manual membutuhkan waktu hingga empat jam dan sekitar 20 tangki.
Efisiensi tersebut dinilai relevan bagi Merauke karena kepemilikan lahan petani dapat mencapai 10 hektare. Namun, penerapannya masih membutuhkan perbaikan jalan usaha tani, terutama untuk mendukung mobilitas alat pada musim hujan di kawasan rawa.
Tim juga mengusulkan pembentukan Sekolah Drone untuk melatih petani dan operator lokal dalam mengoperasikan serta merawat perangkat tersebut.
Seluruh temuan lapangan dan aspirasi peserta FGD akan disusun menjadi matriks atau proposal rekomendasi. Dokumen itu selanjutnya diteruskan kepada bidang terkait sebagai dasar penguatan ekosistem bisnis beras Merauke yang mandiri dan berkelanjutan.