JAKARTA – Inovasi peternakan dan pertanian terpadu yang dikembangkan tim mahasiswa IPB University, AgroLoop, meraih Juara 2 Green Jobs Youth Innovation Showcase. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026 bertema “From Commitment to Creation”.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (2/9/2026), diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT).
AgroLoop dikembangkan Nava Olivia Rahmah, Nasywa Nur Arsanda, Arya Ardhiyaksa Satari, dan Ilham Rizky Maulana. Mereka merupakan penerima Beasiswa Sobat Bumi dari Pertamina Foundation yang menjalankan inovasi tersebut di bawah AgroWaste Group.
Mengusung prinsip bebas limbah, AgroLoop mengolah sekitar 438 ton kotoran sapi setiap tahun menjadi pupuk organik cair terstandardisasi. Proses tersebut juga menghasilkan 2.883 meter kubik biogas ramah lingkungan.
Menurut Nava, penerapan AgroLoop membantu memulihkan kesuburan sekitar 187 hektare lahan pertanian dari paparan bahan kimia. Inovasi itu juga mampu mengurangi emisi metana hingga 47,35 ton CO2 per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan. AgroLoop telah menciptakan 56 lapangan kerja hijau dan memberikan pelatihan keterampilan ramah lingkungan kepada lebih dari 150 petani serta pemuda desa.
Energi biogas yang dihasilkan disalurkan kepada tiga UMKM pangan lokal. Kelompok PKK juga dilibatkan dalam pengelolaan depo isi ulang yang mampu mendaur ulang sekitar 600 botol bekas setiap bulan.
Keberhasilan tersebut sejalan dengan visi Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dalam memperkuat integrasi riset, inovasi, dan kebutuhan industri. Pendekatan itu diarahkan agar perguruan tinggi mampu menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing institusi.
Tim AgroLoop menargetkan perluasan kemitraan dan program eduwisata ke lima kabupaten/kota di Jawa Barat hingga 2029. Model tersebut selanjutnya diharapkan dapat direplikasi pada sepuluh klaster peternakan nasional untuk mendukung swasembada pangan, energi berkelanjutan, dan penguatan ekonomi sirkular dari tingkat desa.