BANDUNG – Hampir 15 tahun menekuni figure skating, Chilly Ann Sintana Wongso kini bersiap menghadapi salah satu agenda pentingnya pada 2026. Atlet berusia 20 tahun tersebut akan tampil pada kategori Senior Women Porprov XV Jawa Barat dengan target mengumpulkan total 130 poin dari short program dan free skating.
Persiapan dilakukan melalui latihan di atas es lima kali dalam sepekan dan sekitar tiga sesi latihan fisik di pusat kebugaran. Chilly saat ini banyak mematangkan lompatan triple, meningkatkan stamina, serta mempertahankan kualitas spin dan kemampuan membawakan program.
“Kekuatan utama saya sekarang ada pada spin dan performance. Saya masih ingin memperbaiki endurance dan stamina agar semua jumps lebih konsisten di dalam program,” katanya dalam wawancara dengan anggota Humas dan Media Porprov XV Jawa Barat 2026.
Perjalanan Chilly dimulai saat berusia lima tahun di Garden Ice Academy, Bandung. Ketertarikannya muncul setelah melihat seorang kerabat berlatih. Keinginan menguasai gerakan baru kemudian membuatnya terus bertahan ketika sejumlah teman seangkatannya mulai meninggalkan olahraga tersebut.
Ketekunan itu membawanya menjadi juara Junior Women Indonesia National Figure Skating Championship pada 2024 dan 2025. Setelah naik ke kategori senior, ia meraih posisi ketiga Senior Women pada kejuaraan nasional 2026.
Chilly juga memiliki pengalaman bertanding di luar negeri, mulai Asian Open Figure Skating Trophy, ISU Junior Grand Prix Bangkok 2024 dan Ankara 2025 hingga SEA Games 2025 Thailand. Pada SEA Games tersebut, ia berada di peringkat keenam nomor putri.
Kesibukannya semakin kompleks setelah menempuh pendidikan Fashion Design di ESMOD Kuala Lumpur. Ia harus membagi waktu antara latihan, membuat pola, menjahit, dan menyelesaikan tugas kuliah.
Saat berada di Bandung, Chilly berlatih bersama Eldy dan Lissa. Sementara di Malaysia, latihan dilakukan di Sunway Pyramid Ice Rink bersama Michelle Chak dan Karina.
Menurut Chilly, tantangan figure skating Indonesia bukan hanya persoalan teknik dan pembinaan, tetapi juga fasilitas. Arena latihan masih didominasi rink komersial yang digunakan bersama masyarakat umum. Sebagian atlet akhirnya memilih menjalani latihan di luar negeri menggunakan biaya sendiri.
Namun, ia melihat perkembangan ice skating nasional tetap bergerak positif seiring bertambahnya jumlah arena dan atlet muda.
Pesannya kepada skater muda sederhana: perkuat dasar, jangan mengabaikan latihan fisik dan pemulihan, serta tidak perlu menjadikan perkembangan atlet lain sebagai ukuran diri sendiri.
“Fokus pada pencapaian sendiri dan skate for yourself,” kata Chilly.