![]() |
| Prosesi penyerahan mesin tik Prof Andi Hakim Nasoetion dari Yayasan Andi Hakim Nasoetion kepada Rektor IPB University (Dok IPB) |
BOGOR, JABARNESIA – Museum IPB kini memiliki koleksi baru yang sarat nilai sejarah. Sebuah mesin tik milik mantan Rektor IPB sekaligus Guru Besar Statistika, Prof. Andi Hakim Nasoetion, resmi diserahkan kepada IPB University dan akan menjadi bagian dari koleksi permanen museum kampus tersebut.
Penyerahan mesin tik berlangsung di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB University, Dramaga, Bogor, Kamis (25/6/2026). Mesin tik bersejarah itu diserahkan langsung Amir Toha, ketua Yayasan Andi Hakim Nasoetion kepada Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet.
Dalam sambutannya, Alim menyampaikan bahwa penyerahan tersebut bukan sekadar serah terima benda bersejarah, melainkan penyerahan jejak pemikiran dan pengabdian seorang tokoh besar yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan IPB maupun dunia pendidikan Indonesia.
“Hari ini saya menerima mesin tik peninggalan Prof. Andi Hakim Nasoetion dari Yayasan Andi Hakim Nasoetion. Bagi saya, ini bukan sekadar penyerahan sebuah benda bersejarah, melainkan penyerahan jejak pemikiran, ketekunan, dan pengabdian seorang tokoh besar IPB University,” ujar Alim.
![]() |
| Mesin tik Prof Andi Hakim Nasution diserahkan Rektor IPB University kepada perwakilan Museum IPB (Dok IPB) |
Menurutnya, mesin tik sederhana tersebut menjadi saksi lahirnya berbagai gagasan, tulisan, kebijakan, dan pemikiran yang turut membentuk perjalanan IPB University selama puluhan tahun.
“Dari mesin tik sederhana ini lahir gagasan, tulisan, kebijakan, dan pemikiran yang ikut membentuk perjalanan IPB. Ia menjadi saksi bisu kerja intelektual Prof. Andi Hakim Nasoetion dalam menempatkan ilmu sebagai jalan pengabdian bagi bangsa,” katanya.
Alim menegaskan, warisan intelektual yang ditinggalkan Prof. Andi Hakim Nasoetion perlu terus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus. Karena itu, mesin tik tersebut akan ditempatkan di Museum IPB sebagai bagian dari memori kolektif kampus sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika.
![]() |
| Mesin tik Prof Andi Hakim Nasoetion |
Usai seremoni penyerahan, Alim bahkan langsung mengantarkan sendiri mesin tik tersebut ke Museum IPB. Langkah itu menjadi simbol penghormatan terhadap sosok yang dikenal sebagai guru besar statistika pertama di Indonesia.
Prof. Andi Hakim Nasoetion menjabat Rektor IPB selama dua periode, yakni 1978 hingga 1987. Selain berperan besar dalam pengembangan institusi, ia juga dikenal sebagai akademisi produktif yang menghasilkan berbagai karya ilmiah, buku, dan pemikiran yang berpengaruh dalam perkembangan ilmu statistika dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Kini, mesin tik yang pernah menemaninya berkarya itu telah menempati ruangnya di Museum IPB, menjadi pengingat atas dedikasi seorang ilmuwan yang mengabdikan hidupnya bagi ilmu pengetahuan dan bangsa.


