![]() |
| Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet saat panen edamame (Jabarnesia) |
BOGOR – Halaman Masjid Al-Hurriyah di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, dimanfaatkan sebagai lahan budidaya produktif melalui penanaman edamame. Setelah sekitar tiga bulan masa tanam, tanaman kedelai muda tersebut dipanen bersama oleh Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hurriyah, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari inisiatif DKM Masjid Al-Hurriyah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbuka yang selama ini belum digunakan secara maksimal. Edamame dipilih karena memiliki masa tanam relatif singkat, mudah dibudidayakan, serta dapat langsung dikonsumsi sebagai sumber pangan bergizi.
Ketua DKM Masjid Al-Hurriyah, Prof. Abdul Munif, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan civitas akademika.
“Menanam edamame di halaman Masjid Al-Hurriyah adalah cara kami memanfaatkan area masjid sekaligus memberikan contoh nyata bagi masyarakat, khususnya mahasiswa. Apa yang kami tanam tiga bulan lalu, hari ini dapat dipanen dan dinikmati manfaatnya bersama,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan lahan produktif di lingkungan masjid dapat menjadi contoh bahwa ruang terbatas tetap memiliki potensi untuk menghasilkan pangan yang bermanfaat.
Sementara itu, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Ia menilai budidaya tanaman pangan sederhana dapat menjadi langkah awal membangun pola hidup sehat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.
“Hidup sehat dimulai dari apa yang kita makan. Dengan menanam edamame di pekarangan, kita bisa memperoleh pangan segar yang keamanan dan kesehatannya lebih terjamin. Jika dikembangkan secara serius, edamame juga memiliki pasar yang cukup besar dengan nilai ekonomi yang menarik,” kata Alim.
Edamame merupakan kedelai muda yang dipanen sebelum bijinya mengeras. Tanaman ini umumnya dapat dipanen dalam waktu 70 hingga 90 hari dan cocok dibudidayakan di wilayah tropis seperti Indonesia. Selain tidak membutuhkan lahan luas, edamame juga dapat ditanam menggunakan pot maupun polibag.
Dari sisi nutrisi, edamame dikenal kaya protein nabati, serat, vitamin K, serta folat. Komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar domestik maupun ekspor terus meningkat. Di pasar lokal, harga edamame segar dapat mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram, sementara pasar ekspor ke sejumlah negara Asia masih terbuka lebar.
Melalui pemanfaatan lahan sederhana di lingkungan masjid, IPB University dan DKM Al-Hurriyah berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengembangkan kebun pangan skala rumah tangga. Selain mendukung pola konsumsi sehat, langkah tersebut juga dapat menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

