JABARNESIA- Pengalaman jatuh bangun dalam membangun usaha menjadi pelajaran penting yang dibagikan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman kepada mahasiswa IPB University.
Dalam kuliah umum bertajuk Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Kamis (11/6), Amran mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses menuju kesuksesan.
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa IPB University untuk membangun mentalitas wirausaha yang tangguh dengan berani menghadapi kegagalan.
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum bertajuk Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Kamis (11/6), dalam rangkaian Dies Natalis ke-25 Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB.
Sebelum menyampaikan kuliah umum, Amran bersama Rektor IPB University dan jajaran kampus meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan riset, antara lain Teaching Feed Industry, Poultry Breeding Center atau Pusat Pembibitan Ayam Lokal IPB D-1, serta Laboratorium Riset Unggulan IPB.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara riset, industri, dan pemerintah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian nasional.
Dalam paparannya, Amran membagikan perjalanan hidupnya sebagai pengusaha sebelum menjabat sebagai menteri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak diperoleh hanya melalui teori atau pekerjaan di balik meja, melainkan melalui keberanian terjun langsung menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Untuk menjadi pengusaha yang sukses tidak cukup hanya duduk di belakang meja, tetapi harus berani tempur di alam bebas,” ujarnya.
Menurut Amran, kegagalan merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan seorang wirausahawan. Ia menceritakan sejumlah pengalaman pribadinya, mulai dari kegagalan saat meracik racun tikus yang menyebabkan kebakaran rumah hingga usaha logistik yang sempat berhenti akibat kendala teknis.
“Belajar gagal adalah proses yang harus dilalui. Dari kegagalan itulah mentalitas seorang pengusaha terbentuk,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan masa muda untuk menghadapi tantangan. Selain keberanian mengambil risiko, rasa ingin tahu atau curiosity dinilai menjadi modal penting bagi seorang pemimpin dan pelaku usaha dalam menciptakan inovasi, khususnya di sektor agribisnis yang berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, menegaskan bahwa kampus terus berupaya menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui berbagai program pengembangan kapasitas seperti CEO School, Startup School, dan beragam bootcamp.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya menjadi petani pekerja keras, tetapi juga entrepreneur agribisnis yang berpikir strategis, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah.
“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana semangat kewirausahaan itu dapat terus tumbuh dan bertahan hingga mahasiswa lulus dan menjadi entrepreneur yang sukses,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Amran juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menghasilkan inovasi dan menjalankan usaha. Penghargaan berupa uang tunai dan traktor diserahkan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi.
Ayesha Nashwa Raida Sulthoni dan Chelsy Kayla Rosmerine menerima penghargaan atas inovasi Skin Acta, yakni kemasan pintar berbasis ganyong dengan nanopartikel ZnO dan indikator pH dari bunga telang yang dirancang untuk membantu memperpanjang umur simpan produk.
Sementara itu, hadiah traktor diberikan kepada Muslimun, mahasiswa Magister Ilmu Tanah IPB University yang sejak masa sarjana bekerja sebagai cleaning service dan kini aktif menjadi petani sambil melanjutkan pendidikan.
Kuliah umum tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya ketangguhan, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan belajar dari kegagalan sebagai fondasi membangun kewirausahaan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui inovasi generasi muda.
