KABUPATEN BOGOR – Suasana Kampus IPB University Dramaga dipadati puluhan ribu peserta dalam kegiatan Jalan Pagi Sehat (JAPAS), Minggu (27/9/2026). Sebanyak 25.366 orang tercatat mengikuti salah satu rangkaian Dies Natalis ke-63 IPB University tersebut.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan keluarga hingga mitra serta masyarakat. Kegiatan ini diarahkan tidak hanya sebagai agenda olahraga, tetapi juga menjadi ruang memperkuat ikatan keluarga besar IPB University.
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet mengatakan, universitas memiliki fungsi yang lebih luas dari kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan inovasi.
“Universitas bukan hanya tentang pendidikan, riset, atau inovasi. Universitas juga tentang kebersamaan, tentang kesehatan, dan merasa memiliki kita semuanya,” ujar Alim.
Menurut dia, keterlibatan berbagai kelompok dalam JAPAS mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus rasa memiliki terhadap IPB University.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Dies Natalis ke-63 IPB University yang tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Kemandirian, Menginspirasi Masa Depan”.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Dr Alfian Helmi menjelaskan, JAPAS telah menjadi agenda rutin tahunan kampus.
“JAPAS merupakan kegiatan rutin yang kita adakan setiap tahun. Mudah-mudahan kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi kita semua,” katanya.
Tidak hanya berjalan pagi, peserta juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. IPB University menggandeng sembilan mitra rumah sakit untuk memberikan pelayanan tersebut.
Area kegiatan turut diramaikan bazar dari pelaku UMKM, Agrianita, mahasiswa yang mengembangkan usaha, serta sejumlah mitra. Berbagai produk kuliner, minuman, dan produk lainnya ikut dipasarkan.
Sementara itu, rangkaian Dies Natalis ke-63 juga mencakup Jelajah IPB yang melibatkan siswa SMA, turnamen olahraga, dan berbagai agenda yang telah dimulai sejak awal September.
IPB University berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antarcivitas akademika dan mitra sekaligus menumbuhkan budaya kampus yang sehat, terbuka, dan inklusif.