BANDUNG – Berbagai kegiatan dan festival yang digelar di sejumlah daerah di Jawa Barat sepanjang Mei 2026 memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, sebanyak 19 event yang berlangsung di 12 kabupaten/kota berhasil menarik sekitar 1.738.500 pengunjung dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp101,8 miliar.
Ragam kegiatan yang diselenggarakan meliputi atraksi budaya, festival musik, pameran, hingga festival kuliner yang melibatkan masyarakat luas. Dari seluruh agenda tersebut, rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda menjadi event dengan capaian paling menonjol, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun nilai ekonomi yang dihasilkan.
Disparbud Jabar mencatat, Milangkala Tatar Sunda berhasil menarik sekitar 1.213.500 pengunjung selama pelaksanaannya. Adapun nilai perputaran ekonomi yang tercipta dari kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp85,1 miliar.
Kegiatan yang berlangsung pada 2 hingga 17 Mei 2026 itu dirancang untuk menghadirkan kemeriahan budaya Sunda melalui kirab budaya yang digelar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ribuan pelaku seni dan budaya turut ambil bagian dalam berbagai pertunjukan yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
Selain Milangkala Tatar Sunda, jumlah pengunjung terbesar berikutnya dicatat oleh Festival dan Gelar Budaya Hari Nelayan ke-66 di Kabupaten Sukabumi. Event tahunan yang digelar di kawasan Pantai Palabuhanratu tersebut disaksikan langsung oleh lebih dari 10 ribu pengunjung.
Sementara itu, Bragaversary menempati posisi ketiga dengan jumlah pengunjung mencapai 8.750 orang. Dari sisi dampak ekonomi, Indobuild Tech Expo berada di peringkat kedua dengan estimasi perputaran ekonomi sebesar Rp2,45 miliar, disusul Tau Tau Fest yang mencatat Rp2,40 miliar.
Tak hanya mendorong kunjungan wisata, penyelenggaraan berbagai event tersebut juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Tercatat sebanyak 2.862 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif terlibat dalam berbagai kegiatan selama Mei 2026.
Selain itu, terdapat 11.529 pelaku seni budaya serta 6.582 tenaga kerja yang berkontribusi dalam penyelenggaraan event-event tersebut. Data ini menunjukkan bahwa aktivasi event tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi daerah serta membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat.
