KOTA BOGOR – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria mengajak mahasiswa baru Sekolah Vokasi IPB University membangun pola pikir bertumbuh, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi. Ketiga hal tersebut dinilai penting untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat dan penuh ketidakpastian.
Pesan itu disampaikan Arif dalam rangkaian Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 Sekolah Vokasi IPB University di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University, Selasa (11/8/2026).
Menyampaikan materi bertajuk “Menata Setapak Baru: Perkembangan Semesta Bisnis”, Arif menegaskan bahwa perkembangan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh bakat atau kemampuan akademik. Kemauan belajar, kerja keras, serta keberanian menghadapi perubahan memiliki peran besar dalam membentuk kapasitas diri.
“Yang kecil tidak selamanya kecil, yang besar tidak selamanya besar. Faktor yang paling besar adalah mindset,” ujar Arif.
Menurut dia, individu dengan growth mindset akan memandang tantangan dan perubahan sebagai kesempatan untuk belajar. Sebaliknya, fixed mindset dapat membuat seseorang enggan mencoba hal baru, takut menghadapi kegagalan, dan cenderung menyalahkan keadaan saat menemui hambatan.
Arif juga mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa karakter tidak cukup untuk mengantarkan seseorang menuju keberhasilan. Integritas, kejujuran, kedisiplinan, daya tahan, dan konsistensi merupakan bekal yang perlu dibangun sejak menjalani pendidikan tinggi.
“Orang yang punya bakat tetapi tidak bekerja keras akan mengalami stagnasi. Sebaliknya, orang yang tidak punya bakat tetapi terus berusaha akan berkembang,” katanya.
Dalam menghadapi perkembangan dunia usaha, mahasiswa juga perlu menumbuhkan kemampuan berinovasi. Arif menjelaskan, keberanian mengambil risiko harus disertai kemampuan memperhitungkan konsekuensi setiap keputusan, termasuk dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya Sekolah Vokasi IPB University mempersiapkan mahasiswa baru agar tidak hanya menguasai kompetensi akademik. Mereka turut didorong mengembangkan kreativitas, kemampuan beradaptasi, karakter, serta green skill yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja.
Melalui bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalani perkuliahan dengan pikiran terbuka dan kesiapan menghadapi perubahan. Kapasitas itu juga diperlukan agar mereka dapat menghasilkan inovasi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.