BOGOR – IPB University memperkuat fondasi sumber daya manusia melalui kegiatan Onboarding Training atau Pelatihan Dasar Pegawai IPB University Tahun 2026. Program ini menjadi momentum bagi para dosen muda dan pegawai baru untuk mengenal lebih dekat budaya akademik, nilai institusi, serta arah strategis kampus ke depan.
Kegiatan pembukaan onboarding training berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Sidang Senat Akademik lantai 6 Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Agenda tersebut dihadiri jajaran pimpinan IPB University, termasuk para Wakil Rektor, Sekretaris Institut, serta seluruh Dekan Fakultas dan Sekolah di lingkungan IPB.
Kehadiran jajaran pimpinan dalam penyambutan pegawai baru menjadi penegasan bahwa IPB University menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam perjalanan institusi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyampaikan pesan strategis melalui konsep IPB-MIRAI. Istilah “Mirai” yang berarti masa depan dalam bahasa Jepang menjadi simbol semangat IPB untuk terus bergerak menuju masa depan pendidikan tinggi yang lebih maju dan berdaya saing global.
Alim menjelaskan, IPB-MIRAI dibangun melalui lima pilar utama, yaitu mutu, inklusif, relevan, adaptif, dan impactful. Kelima nilai tersebut menjadi pedoman bagi sivitas akademika dalam menjalankan peran masing-masing di lingkungan kampus.
Menurut Alim, aspek mutu menjadi dasar penting bagi IPB dalam mempertahankan posisi sebagai perguruan tinggi unggulan serta memperkuat langkah menuju standar World Class University. Sementara nilai inklusif menekankan pentingnya kolaborasi antarbidang ilmu untuk menjawab berbagai persoalan kompleks di masyarakat.
Ia mencontohkan pengalaman program vaksinasi COVID-19 di Kota Bogor sebagai gambaran nyata pentingnya kerja sama lintas disiplin. Keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh tenaga medis, tetapi juga keterlibatan tokoh agama dan pendekatan sosial dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Itu bukan keberhasilan tim medis semata. Itu keberhasilan kolaborasi,” kata Alim.
Ia menegaskan, tidak ada satu disiplin ilmu yang mampu menyelesaikan seluruh tantangan secara mandiri. Kolaborasi antara ilmu kesehatan, sosial, budaya, hingga teknologi menjadi kunci menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Selain itu, pilar relevan mendorong IPB agar terus menjawab kebutuhan nasional melalui pengembangan visi Agromaritime 5.0 dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Nilai adaptif menjadi tuntutan agar sivitas akademika mampu menghadapi perubahan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital.
Sementara itu, nilai impactful menjadi tujuan akhir dari seluruh aktivitas akademik IPB, yakni menghadirkan riset, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui onboarding training ini, IPB University berharap para pegawai baru tidak hanya memahami tugas profesionalnya, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap nilai, visi, dan kontribusi yang dapat diberikan untuk kemajuan institusi serta Indonesia.