BANDUNG – Sebanyak 38 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Festival Sentra Industri dan Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk) pada 3–12 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat promosi sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
Beragam sentra industri andalan Kota Bandung turut meramaikan festival tersebut, mulai dari Sentra Rajut Binongjati, Sentra Sepatu Cibaduyut, Sentra Kaos dan Sablon Suci, Sentra Boneka Sukamulya, Sentra Boneka Warung Muncang, Sentra Tas Kebonlega, Sentra Kaligrafi Cicaheum, Sentra Lukisan Siliwangi, Sentra Ecoprint Sadang Serang, hingga Sentra Alat Musik Tradisional Binong.
Sementara itu, Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung menghadirkan berbagai inovasi olahan tahu dan aneka kuliner khas yang menjadi bagian dari kekayaan gastronomi Kota Bandung.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan Festival All About Tahu telah menjadi agenda tahunan yang terus diperkuat sebagai identitas promosi kuliner Kota Bandung. Bahkan, nama festival tersebut kini telah didaftarkan sebagai bagian dari perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna menjaga keberlanjutan branding yang telah dibangun.
Menurut Ronny, sektor industri masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kota Bandung. Berdasarkan data tahun 2025, sektor industri menyumbang 17,28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung dan menjadi sektor ekonomi terbesar kedua setelah perdagangan.
“Industri kecil dan menengah merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu kami terus melakukan berbagai upaya penguatan melalui pendampingan, pelatihan, serta dukungan pemasaran baik secara daring maupun luring,” ujar Ronny.
Ia menambahkan, berdasarkan pembaruan data tahun 2025, Kota Bandung memiliki 37 sentra industri yang menaungi 1.763 pelaku UKM dan menyerap 7.930 tenaga kerja. Sentra-sentra tersebut bergerak di bidang fesyen, kriya, kerajinan, hingga kuliner yang menjadi identitas ekonomi kreatif Kota Bandung.
Festival ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mewakili Wali Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menghadirkan ruang promosi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
“Berbagai produk unggulan Kota Bandung harus terus diperkuat dan dipromosikan. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Iskandar.
Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal, terutama karena Kota Bandung tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah sejumlah agenda berskala nasional pada tahun mendatang.