KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mencatat realisasi investasi sebesar Rp6,4 triliun sepanjang semester I 2026. Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk mengejar target investasi sekitar Rp12 triliun hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung Eric Mohamad Atthauriq mengatakan, perkembangan investasi menunjukkan tren positif dari triwulan I menuju triwulan II.
Menurut Eric, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 82 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sekitar 15 persen dan dinilai masih memiliki peluang untuk terus ditingkatkan.
Target resmi investasi Kota Bandung pada 2026 ditetapkan sebesar Rp11,9 triliun. Namun Pemkot Bandung membidik capaian lebih tinggi hingga Rp12 triliun.
Upaya mengejar target dilakukan melalui sejumlah program promosi investasi yang dikemas dalam trilogi investasi, yakni Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investment Summit. Investor Day 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus.
Selain promosi, Pemkot Bandung juga terus menyederhanakan pelayanan perizinan. Salah satunya melalui pemangkasan proses penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga kesehatan dari sebelumnya lima tahapan menjadi dua tahapan.
Perbaikan layanan tersebut turut mengantarkan Kota Bandung masuk nominasi enam kota terbaik di Indonesia dalam pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan penilaian Kementerian Investasi.
Eric menyebut sektor real estat menjadi salah satu sektor PMDN yang kembali menunjukkan peningkatan pada semester pertama tahun ini.
Pemkot Bandung juga melihat kembali aktifnya penerbangan di Bandara Husein Sastranegara sebagai faktor yang dapat memperkuat aktivitas ekonomi. Peningkatan konektivitas dinilai mampu mendorong sektor kuliner dan UMKM sekaligus mempermudah mobilitas investor.
Dengan kombinasi promosi investasi, penyederhanaan perizinan, dan peningkatan konektivitas, Pemkot Bandung optimistis target investasi 2026 dapat tercapai.