Dok IPB Univerity
BOGOR – IPB University terus memperkuat jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi. Melalui rangkaian kunjungan akademik ke Belanda dan Prancis pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, delegasi IPB berhasil menjalin sejumlah kerja sama strategis dengan institusi pendidikan tinggi terkemuka dunia.
Delegasi dipimpin langsung oleh Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, didampingi Wakil Rektor Bidang Global Connectivity Prof. Iskandar Z. Siregar, Direktur Global Connectivity Dr. Eva Anggraini, serta Direktur International Education Dr. Raden Dikky Indrawa.
Agenda diawali dengan kunjungan ke Wageningen University & Research (WUR), Belanda, pada 29 Juni 2026. Dalam pertemuan dengan Rector Magnificus WUR, Prof. Carolien Kroeze, kedua institusi membahas penguatan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.
Dari pertemuan tersebut, IPB dan WUR menyepakati pengembangan program Double Degree jenjang doktor antara Sekolah Bisnis IPB dan Business Economics Group WUR. Program ini diharapkan membuka peluang bagi mahasiswa doktoral untuk memperoleh gelar bersama dari dua perguruan tinggi bereputasi internasional.
Selain itu, kedua pihak juga membahas skema co-funding innopreneurship yang menghubungkan ekosistem startup StartLife milik WUR dengan Science Techno Park IPB. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong hilirisasi hasil riset menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi.
Sebagai bentuk penghormatan atas hubungan kedua institusi, Rector Magnificus WUR juga menerima undangan resmi untuk menyampaikan pidato kehormatan pada Dies Natalis IPB University.
Masih di Belanda, delegasi IPB mengunjungi Netherlands Plant Eco-phenotyping Centre (NPEC), fasilitas riset nasional hasil kolaborasi WUR dan Utrecht University yang didukung pendanaan Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO). Kunjungan ini membuka peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi fenotipik tanaman dan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Pada 30 Juni 2026, delegasi melanjutkan agenda ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag. Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPB menyampaikan hasil kunjungan ke WUR sekaligus berdiskusi mengenai peluang penguatan kerja sama pendidikan Indonesia-Belanda melalui dukungan jalur diplomasi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Prancis. Pada 1 Juli 2026, delegasi mengunjungi AgroParisTech di Campus Agro Paris-Saclay, Palaiseau. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kemitraan baru melalui pembahasan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan kurikulum bersama di bidang pertanian, pangan, ilmu hayati, dan lingkungan.
Rangkaian agenda ditutup dengan keikutsertaan IPB dalam Joint Working Group (JWG) 2026 Indonesia–Prancis yang berlangsung di Université d’Angers pada 2–3 Juli 2026. Forum yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi kedua negara itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari mobilitas akademik, pendanaan riset, program LPDP, beasiswa Prancis, hingga pengembangan laboratorium riset bersama.
Pada workshop bertema Agriculture and Food Security, Rektor Alim Setiawan Slamet tampil sebagai narasumber dengan memaparkan peran perguruan tinggi dan kerja sama internasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Kehadiran IPB dalam forum tersebut semakin mempertegas posisi universitas sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi Indonesia yang aktif membangun kolaborasi global sekaligus memperluas kontribusi di tingkat internasional.